Chemistry Creativity

TEGUH

Kelas 12MIPA - 4 2019-12-01 22:45:26

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq)

TEGUH

Kelas 4 MIPA | 2019-12-01 22:45:26

Haris Naufal Ainun

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-01 22:36:19

Proses pembekuan suatu zat cari terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak antar-partikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik antar-molekul yang sangat kuat. Adanya partikel zat terlarut mengakibatkan proses pergerakan molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu lebih rendah. Jadi titik beku larutan akan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku (?Tf).

Haris Naufal Ainun

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 22:36:19

txt

NABIL

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-01 22:41:24

Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut (misalnya air) melalui selaput semipermiabel dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat atau dari bagian yang konsentrasi pelarut (misalnya air) rendah (hipotonis) ke konsentrasi pelarut (misalnya air) tinggi (hipertonis). Membran semipermeabel harus dapat dilewati oleh pelarut, tetapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tetapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih cair. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.

NABIL

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 22:41:24

Joseph Heykel Prabawa

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-01 22:54:30

Video ini kami buat untuk memenuhi nilai praktek bab korosi. Tugas ini dibuat oleh Kelompok 2 kelas 12 MIPA 5 angkatan 37

Joseph Heykel Prabawa

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 22:54:30

Fachri Hidayat

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-01 22:57:51

Hasil Pengamatan Kami terhadap korosi pada besi dengan berbagai macam zat. Dan meneliti penyebab dan cara pencegahannya Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan.

Fachri Hidayat

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 22:57:51

Naila

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-03 17:04:15

Praktikum korosi menggunakan objek paku , mari lihat hasilnya !

Naila

Kelas 5 MIPA | 2019-12-03 17:04:15

Naila

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-03 19:36:59

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarutnya .

Naila

Kelas 5 MIPA | 2019-12-03 19:36:59

NaurahRA

Kelas 12MIPA - 5 2019-12-08 23:11:18

Hasil pengamatan kami terhadap korosi pada beku dengan berbagai larutan. Dilengkap dengan penjelasan mengenai korosi. Dibuat dengan tujuan memenuhi tugas praktek korosi.

NaurahRA

Kelas 5 MIPA | 2019-12-08 23:11:18

Yora Alfrina Massing

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 10:53:24

Sifat Koligatif Larutan Penurunan titik beku Kimia Kelompok 6 kelas XII MIPA 6 Ditujukan sebagai nilai tugas kelompok kimia yang diberikan oleh Bpk Rikomar S.Pd.

Yora Alfrina Massing

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 10:53:24

Yora Alfrina Massing

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 11:21:03

Korosi atau karat sudah menjadi momok tersendiri bagi kita. Barang-barang menjadi rusak dan tak lagi bisa digunakan karenanya. Tapi sebenarnya apa sih yang menyebabkan karat itu? Dan bagaimana mencegah dan mengatasi masalah ini? Lewat video ini, kita akan belajar tentang apa itu korosi, faktor-faktornya, serta cara mencegah dan mengatasi korosi. Tentunya dengan eksperimen yang kece abis dan bumbu-bumbu kimia. So check it out!

Yora Alfrina Massing

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 11:21:03

pdf

RADEN MUHAMMAD AKMAL B

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 11:46:48

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq) Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).

RADEN MUHAMMAD AKMAL B

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 11:46:48

Della Afriza

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 21:36:53

Korosi adalah peristiwa perusakan logam oleh karena terjadinya reaksi kimia antara logam dengan zat-zat di lingkungannya membentuk senyawa yang tak dikehendaki.

Della Afriza

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 21:36:53

DELLA AFRIZA

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 13:14:47

Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis atau identitas partikel zat terlarut – tidak peduli dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas”, bukan “kualitas”. Sifat larutan seperti rasa, warna, dan kekentalan (viskositas) merupakan sifat-sifat yang bergantung pada jenis zat terlarut. Sebagai contoh, larutan NaCl (garam dapur) terasa asin, namun larutan CH3COOH (asam cuka) terasa asam.

DELLA AFRIZA

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 13:14:47

ATHAYA ANGEL W

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-09 08:45:13

Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis atau identitas partikel zat terlarut – tidak peduli dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas”, bukan “kualitas”. Dalam Video ini kami menampilkan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari , lebih spesifik nya kami menerapkan aplikasi dari penurunan tekanan uap. Penurunan Tekanan Uap Jika zat terlarut bersifat non-volatil (tidak mudah menguap; tekanan uapnya tidak dapat terukur), tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni yang volatil. Secara ideal, tekanan uap dari pelarut volatil di atas larutan yang mengandung zat terlarut non-volatil berbanding lurus terhadap konsentrasi pelarut dalam larutan. Hubungan dalam sifat koligatif larutan ini dinyatakan secara kuantitatif dalam hukum Raoult: tekanan uap dari pelarut di atas larutan, Plarutan sama dengan hasil kali fraksi mol dari pelarut, Xpelarut dengan tekanan uap dari pelarut murni, P°pelarut. Penurunan tekanan uap, ΔP, yaitu P°pelarut−Plarutan berbanding lurus terhadap fraksi mol dari Xterlarut. P = Po . Xp ΔP = Po . Xt P = Po - ΔP P = tekanan uap larutan Po = tekanan pelarut Xp = fraksi pelarut Xt = fraksi terlarut ΔP = penurunan tekanan uap

ATHAYA ANGEL W

Kelas 6 MIPA | 2019-12-09 08:45:13

M.Ghiyaats Daffa

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 21:26:30

Sifat Koligatif Larutan Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis atau identitas partikel zat terlarut – tidak peduli dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas”, bukan “kualitas”. Dalam Video ini kami menampilkan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari , lebih spesifik nya kami menerapkan aplikasi dari penurunan tekanan uap. Penurunan Tekanan Uap Jika zat terlarut bersifat non-volatil (tidak mudah menguap; tekanan uapnya tidak dapat terukur), tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni yang volatil. Secara ideal, tekanan uap dari pelarut volatil di atas larutan yang mengandung zat terlarut non-volatil berbanding lurus terhadap konsentrasi pelarut dalam larutan. Hubungan dalam sifat koligatif larutan ini dinyatakan secara kuantitatif dalam hukum Raoult: tekanan uap dari pelarut di atas larutan, Plarutan sama dengan hasil kali fraksi mol dari pelarut, Xpelarut dengan tekanan uap dari pelarut murni, P°pelarut. Penurunan tekanan uap, ΔP, yaitu P°pelarut−Plarutan berbanding lurus terhadap fraksi mol dari Xterlarut. P = Po . Xp ΔP = Po . Xt P = Po - ΔP P = tekanan uap larutan Po = tekanan pelarut Xp = fraksi pelarut Xt = fraksi terlarut ΔP = penurunan tekanan uap

M.Ghiyaats Daffa

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 21:26:30

Azka M Safari

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-08 18:55:17

Korosi adalah peristiwa perusakan logam oleh karena terjadinya reaksi kimia antara logam dengan zat-zat di lingkungannya membentuk senyawa yang tak dikehendaki. Contoh peristiwa korosi antara lain karat pada besi, pudarnya warna mengkilap pada perak, dan munculnya warna kehijauan pada tembaga. Reaksi kimia yang terjadi termasuk proses elektrokimia di mana terjadi reaksi oksidasi logam membentuk senyawa-senyawa oksida logam ataupun sulfida logam.

Azka M Safari

Kelas 6 MIPA | 2019-12-08 18:55:17

Azka

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-08 19:55:50

Apabila ke dalam sebuah zat pelarut ditambahkan zat terlarut maka akaan terjadi proses penurunan tekanan uap jenuh larutan. Adanya penurunan tekanan uap jenuh larutan akan mengakibatkan penurunan titik beku larutan. Dengan kata lain, larutan akan membeku pada temperatur yang lebih rendah. Berdasarkan penjalasan di atas, dapat dinyatakan bahwa penurunan titik beku larutan adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan. Besarnya penurunan titik beku larutan diberi lambang ∆Tf. Harga ∆Tf ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut dan tidak ditentukan oleh sifat zat terlarutnya. Nilai ∆Tf ditentukan berdasarkan rumus Bekmann dan Roult seperti berikut ini. ∆Tf = Tf(pelarut) – Tf(larutan) ∆Tf = m . Kf Dengan, ∆Tf = penurunan titik beku (freezing point depression) m = molalitas Kf = tetapan penurunan titik beku (oC kg/mol)

Azka

Kelas 6 MIPA | 2019-12-08 19:55:50

M.Ghiyaats D.

Kelas 12MIPA - 6 2019-12-11 21:36:02

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq) Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).

M.Ghiyaats D.

Kelas 6 MIPA | 2019-12-11 21:36:02

IVAN FADILA

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 09:37:55

Praktikum Sifat Koligatif Penurunan Titik Beku : (Pembuatan Ice Cream) Bahan : 1. Toples 2. Sendok 3. Bubuk es krim 4. Garam kasar 5. Plastik 6. Es batu

IVAN FADILA

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 09:37:55

IVAN FADILA

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 22:04:33

Praktikum korosi pada paku (SMAN 3 Kab. Tangerang) Kelas 12 MIPA 7 Bahan : 1. Gelas Plastik 2. Paku 3. Cuka 4. Larutan Gula 5. Larutan Garam 6. Air Soda 7. Minyak 8. Air panas 9. Air biasa 10. Kapas dan garam 11. Susu murni

IVAN FADILA

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 22:04:33

M. Akhdan Veda Kalyana

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-09 08:21:43

1. Hari pertama - minyak goreng : tidak berkarat - alkohol 70% : mulai berkarat - cuka 25 % : belum berkarat - larutan garam : belum berkarat - air murni : sedikit berkarat - air didih ditutup: sedikit berkarat 2. Hari kedua - minyak goreng : tidak berkarat - alkohol 70% : berkarat - cuka 25 % : belum berkarat - larutan garam : belum berkarat - air murni : berkarat - air didih ditutup: berkarat 3. Hari ketiga - minyak goreng : tidak berkarat - alkohol 70% : sangat berkarat - cuka 25 % : sedikit berkarat - larutan garam : mulai berkarat - air murni : sangat berkarat - air didih ditutup: amat berkarat

M. Akhdan Veda Kalyana

Kelas 7 MIPA | 2019-12-09 08:21:43

pdf

Cellodia Bazay

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-09 08:46:18

Dari praktikum yang telah dilakukan, kami menyimpulkan bahwa paku yang tidak mengalami korosi yaitu pada minyak tanah. Karena bahan tersebut bukan zat pereduksi yang baik sehingga tidak terjadi korosi pada paku. Faktor penyebab korosi yaitu air dan udara. Agar tidak terjadi korosi pada besi, jangan sampai besi terkontaminasi oleh air atau larutan lainnya yang dapat menyebabkan oksidasi sehingga besi dapat berkarat. Jika kita menghindarkan besi dari air, maka besi tidak akan dapat bereaksi dengan oksigen yang mengakibatkan korosi.

Cellodia Bazay

Kelas 7 MIPA | 2019-12-09 08:46:18

pdf

CELLODIA BAZAY

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 19:03:55

Bagaimana hubungan zat terlarut dan jumlah zat terlarut terhadap tekanan uap larutan di bandingkan dengan pelarut murninya ? Zat terlarut apabila dicampurkan dengan zat pelarut, maka tekanan uap larutan tersebut akan semakin kecil, apabila jumlah zat terlarut yang dilarutkan ke dalam zat pelarut sedikit sedangkan jumlah zat pelarut tetap, maka uap yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah zat terlarut yang banyak, hal ini dikarenakan molekul zat terlarut dan molekul zat pelarut akan saling tarik menarik dalam larutan, sehingga molekul zat terlarut akan menghalangi molekul zat pelarut untuk bias mengalami penguapan, sedangkan penguapan zat pelarut murni lebih banyak daripada zat pelarut yang dicampur zat terlarut, karena tidak ada zat yang menghalangi molekul zat pelarut untuk menguap. Dari penjelasan di atas, bisa lihat bahwa tekanan uap larutan ternyata lebih kecil dibandingkan tekanan uap pelarut murninya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan penurunan tekanan uap (ΔP) larutan.

CELLODIA BAZAY

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 19:03:55

pdf

YULIZA PUTRI RAHMAYENI

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-08 20:34:22

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya. Titik didih adalah suhu dimana tekanan uap zat cair sama dengan tekanan eksternal yang dialami cairan. Kenaikan titik didih larutan bergantung pada jenis zat terlarutnya. Larutan dapat dibagi menjadi dua berdasarkan nilai titik didih zat terlarut: 1. titik didih zat terlarut lebih kecil daripada pelarutnya sehingga zat terlarut lebih mudah menguap. 2. zat terlarut lebih besar daripada pelarutnya dan jika dipanaskan pelarut lebih dulu menguap. Perubahan titik didih atau ΔTb merupakan Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni, seperti persamaan : ΔTb  =  Tb larutan – Tb pelarut ΔTb  =  Tb - Tb° Hal yang berpengaruh pada kenaikan titik didih adalah harga kb dari kb pelarut. Kanaikan tidak dipengaruhi oleh jenis zat yang terlarut, tapi oleh jumlah partikel/mol terlarut khususnya yang terkait dengan proses ionisasinya. Menurut hukum Roult, kenaikan titik didih (ΔTb = boiling point elevation) sebanding dengan hasil kali kemolalan larutan (m) dengan kenaikan titik didih molal (Kb). Kenaikan titik didih dapat dirumuskan sebagai berikut : ΔTb  =  m x Kb Dengan ΔTb : kenaikan titik didih Kb : konstanta didih molal m : molalitas larutan Hasil Percobaan 1. Gula a. 1 mol : 89 derajat b. 2 mol : 93 derajat 2. Garam a. 1 mol : 85 derajat b. 2 mol : 95 derajat 3. Pelarut Murni a. 65 derajat Note : Garam dan gula adalah zat non volatile ( sukar menguap ) dan larutan dari zat yang sukar menguap memiliki titik didih lebih tinggi ( lebih lengkap ada di paket halaman 16 ). LAMPIRAN FOTO PRAKTIKUM : https://smallpdf-production-files.s3.eu-west-1.amazonaws.com/044a763fe43742799b1d491dbc281cb3.pdf?X-Amz-Algorithm=AWS4-HMAC-SHA256&X-Amz-Credential=ASIA3I33L6ORYTMQ3PEG%2F20191208%2Feu-west-1%2Fs3%2Faws4_request&X-Amz-Date=20191208T133157Z&X-Amz-Expires=900&X-Amz-Security-Token=IQoJb3JpZ2luX2VjEFkaCWV1LXdlc3QtMSJHMEUCIQCJLp9hwoWKCBA6Uz7swZUiSPZj9YpNPXNL2dV8Fc%2BWaAIgaTZ8sdb3srPxiNRNN4xzZLBgXxCnJzpLXddjOopLrxgq2wIIov%2F%2F%2F%2F%2F%2F%2F%2F%2F%2FARAAGgw3NzQ5NjM0NTg5NzkiDBZAnDWhFc%2BDL2cTSCqvAmkQisC%2Bo6QuXm9fDs%2B7SE6e6oJNkFGfH%2BpisgOJFNITNT89FzzpDJtG2VrNg7VFfB%2B29i%2B2SHewZq3W5bRCPDMDIm7b72wZIoO5JB%2Bpk%2Br9uSdvap0uaXdht1H7bXrXS%2Fbjl0%2Bev3GgF4b0XiVycu3Fu7OogXye9iIPkNdhf6uYPVI7vmAXL8qp%2BvYy2KrSjHM1TE2nqeb%2B6gwicBaKbl2esfB8ZxNDjuf0Y0mheGMjVPU0T%2FRBHhZEU%2BUCbkM9m%2B5A4CeZWTtaZ8kolwriWDnnFebKMVRjp227PlwqKplRWlIGeTI3XsO%2Bb%2FKIkf4umUCbb7apAjZ4BFEx6kxZmwt2bhBfyYoF1r199TI4EYgXDy5kZcRvy6OnQsX6c2mCG9Nb%2FllnJGQ1%2FC9GumvXEDCt5bLvBTrNAvlkiCuJmRvaKLhGcwkVvTrMWj3eJ0uIs6Ih1zqZu01etDFRNKb6I09E%2FDrfdQkdl1S3M2N52j5Es07DyRD3VLecM25tBD7f4oS0J81VNuySxGpweWj%2F%2FRVMG4Ffr3jFDBTqC%2BEFjq1JbnhgQEE8yDy0P4e86uzWB%2F3v9NGav2WJplXNvKpDNjFS1xoUFd7nGbfXqtriMF7C6%2FNSZmxlrRici3Ow9ZZRWHLUVJA7TdugX1cxGZM%2FHYz23mJQp2PG7ZSmX4fB8d4XxLb%2BquRPMFCfYUd%2FdTCuducdOfbKZb1p2seFUVezkO2sJsPdFadWJoZRZKHRaW%2F%2FODpUzdsBEZ%2BtpfC%2FKigf3DXYGOJnbNLHu0aELl5RJbvNa4S2tQiK%2F44T0ryHZz%2FtZp195kZp2Cr%2BureAgtapSpB78YVUNu65PbX5dBs7yIr%2BCjUh0A%3D%3D&X-Amz-SignedHeaders=host&response-content-disposition=attachment%3B%20filename%3D%22Screenshot_2019-12-08-20-15-11-96-dikonversi.pdf%22&response-content-type=application%2Fpdf&X-Amz-Signature=478e7acae8c4a352256d8ee8b67b31ff39ff277d8fca9c4f12125b9b5d1a7aa2

YULIZA PUTRI RAHMAYENI

Kelas 7 MIPA | 2019-12-08 20:34:22

Jihan khairunisa

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-08 21:13:37

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq) Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrode lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

Jihan khairunisa

Kelas 7 MIPA | 2019-12-08 21:13:37

Khalisa humairah

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 22:02:00

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq) Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrode lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

Khalisa humairah

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 22:02:00

Khalisa humairah taufik

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 22:51:06

Kenaikan titik didih adalah sifat koligatif, yang berarti bahwa kenaikan titik didih bergantung pada keberadaan partikel terlarut dan jumlahnya, tetapi tidak pada jenis zat tersebut. Sifat ini adalah efek dari pengenceran pelarut dengan adanya zat terlarut. Kenaikan titik didih adalah fenomena yang terjadi untuk semua zat terlarut dalam semua larutan, bahkan dalam larutan ideal, dan tidak bergantung pada interaksi zat terlarut-pelarut tertentu. Peningkatan titik didih terjadi baik ketika zat terlarut adalah suatu elektrolit, seperti berbagai garam, dan nonelektrolit. Dalam istilah termodinamika, asal dari ketinggian titik didih adalah entropik dan dapat dijelaskan dalam istilah tekanan uap atau potensial kimia dari pelarut. Dalam kedua kasus, penjelasannya tergantung pada kenyataan bahwa banyak zat terlarut hanya ada dalam fase cair dan tidak masuk ke dalam fase gas (kecuali pada suhu yang sangat tinggi). Dalam istilah tekanan uap, cairan mendidih pada suhu ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan di sekitarnya. Untuk pelarut, keberadaan zat terlarut menurunkan tekanan uapnya dengan pengenceran. Suatu zat terlarut yang tidak mudah menguap memiliki tekanan uap nol, sehingga tekanan uap larutan lebih kecil daripada tekanan uap pelarut. Dengan demikian, suhu yang lebih tinggi diperlukan untuk tekanan uap untuk mencapai tekanan di sekitarnya, dan titik didih meningkat. Dalam istilah potensial kimia, pada titik didih, fase cair dan fase gas (atau uap) memiliki potensial kimia (atau tekanan uap) yang sama yang berarti bahwa mereka setara secara energetika. Potensial kimiawi tergantung pada suhu, dan pada suhu lain baik fase cairan atau gas memiliki potensial kimia yang lebih rendah dan lebih menguntungkan secara energetik daripada fase lainnya. Hal ini berarti bahwa ketika suatu zat terlarut yang tidak mudah menguap ditambahkan, potensial kimia dari pelarut dalam fase cair berkurang oleh adanya pengenceran, tetapi potensial kimia dari pelarut dalam fase gas tidak terpengaruh. Ini berarti pada gilirannya bahwa kesetimbangan antara fase cair dan gas dibentuk pada suhu lain untuk larutan daripada cairan murni, yaitu, titik didih dinaikkan

Khalisa humairah taufik

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 22:51:06

YULIZA PUTRI R

Kelas 12MIPA - 7 2019-12-11 23:52:31

Korosi adalah reaksi redoks anatara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa senyawa yang tidak diinginkan. Korosi disebut juga perkaratan, contoh yang paling lazim adalah perkaratan besi. yang mengalami oksidasi adalah logam yang mengalami reduksi adalah oksigen. Dari hasil praktikum yang paling terkorosi dan cepat adalah paku dalam cuka dan yang tidak berkarat adalah minyak.

YULIZA PUTRI R

Kelas 7 MIPA | 2019-12-11 23:52:31

Siti Nurhafisoh

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-01 13:10:57

Dalam kimia, geometri molekul oktahedral menggambarkan bentuk senyawa dengan enam atom atau kelompok atom atau ligan yang tersusun secara simetris di sekitar atom pusat, yang menentukan simpul simpul oktahedron. Oktahedron memiliki delapan muka, maka diberi awalan okta yang berarti delapan. SF6 memiliki geometri molekul oktahedral, terdiri dari enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang. Senyawa ini adalah molekul hipervalen.

Siti Nurhafisoh

Kelas 4 MIPA | 2019-12-01 13:10:57

Herbeth Jhonson

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 22:00:03

Belerang heksafluorida adalah suatu gas anorganik yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, dan sangat berpotensi merupakan gas rumah kaca, yang mana ia merupakan insulator listrik yang baik. SF₆ memiliki geometri molekul oktahedral, terdiri dari enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang. Rumus: SF6 Nama IUPAC: Sulfur hexafluoride Massa molar: 146,06 g/mol Kepadatan: 6,17 kg/m³ Titik didih: -64°C CID PubChem: 17358

Herbeth Jhonson

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 22:00:03

Septika Delia Puspita

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 07:43:18

Ikatan kimia adalah gaya atau interaksi yang terjadi antara dua atom atau lebih dalam membentuk suatu molekul unsur atau molekul senyawa. Geometri molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul.Geometri molekul dapat ditentukan melalui percobaan. Cara meramalkan geometri molekul herdasarkan teori tolak menolak elektron-elektron pada kulit luat atom pusatnyan,yaitu teori domain elektron dan berdasarkan teori hibridisasi. Bentuk Molekul Trigonal Bipiramida Bentuk molekul trigonal bipiramida merupakan molekul yang terbentuk dari bidang sekutu dari gabungan limas segi tiga yang berhimpit satu sama lain. Terdapat lima atom yang terikat ke atom utama. Sudut yang terbentuk adalah 120 derajat untuk tiap ikatan yang berada di bidang segitiga. Sedangkan sudut 9 derajat untuk dua ikatan yang terletak diposisi vertikal. Contoh senyawa dari bentuk ini adalah PCl5.

Septika Delia Puspita

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 07:43:18

Afifah Ritma Avianty

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 19:43:13

IKATAN KIMIA SF6. Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliotomik menjadi stabil. SF6 atau biasa juga disebut dengan belerang heksafluorida adalah suatu gas anorganik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan juga berpotensi merupakan gas rumah kaca, yang mana ia merupakan insulator listrik yang baik. SF6 memiliki geometri oktahedral, terdiri atas enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang

Afifah Ritma Avianty

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 19:43:13

Verent Az Zahra

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 20:38:51

Dalam kimia struktur molekul bipiramida segitiga[1] atau bipiramida trigonal adalah formasi geometri molekul dnegan satu atom di tengah yang dikelilingi lima atom yang tersusun dalam formasi "bipiramida segitiga", yaitu tiga atom membentuk segitiga datar (disebut atom ekuatorial atau "khatulistiwa") dan dua atom di atas dan dibawah segitiga itu (disebut atom aksial atau poros). Tidak seperti struktur semacam tetrahedron, pada struktur ini kelima atom pengitar tidak memiliki posisi ekuivalen. Contoh molekul dengan struktur ini adalah fosfor pentaflorida (PF5), dan fosfor pentaklorida (PCl5) dalam wujud gas.[2]

Verent Az Zahra

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 20:38:51

CELINE DWI ARMADINA PUTRI S

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-01 13:37:33

Geometri molekul oktahedral menggambarkan bentuk senyawa dengan enam atom atau kelompok atom atau ligan yang tersusun secara simetris di sekitar atom pusat, yang menentukan simpul simpul oktahedron. Contoh senyawa oktahedral adalah belerang heksafluorida SF6 dan molibdenum heksakarbonil Mo(CO)6.

CELINE DWI ARMADINA PUTRI S

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 13:37:33

Putri Ramadhani Shalikhah

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-01 13:44:17

Struktur molekul tetrahedron atau tetrahedral memiliki satu atom sebagai pusat dan empat substituen yang tersusun dalam bentuk limas segitiga, atau tetrahedron ("empat muka"). Contoh molekul dengan struktur tetrahedral adalah metana (CH4). Atom karbon dalam molekul ini terikat dengan atom-atom hidrogen melalui empat pasang elektron ikatan, tanpa pasangan elektron bebas. Keempatnya tersusun dengan sudut yang sama (109,5°), menghasilkan bangun ruang limas segitiga: empat atom hidrogen di sudut-sudutnya, dan satu atom karbon di tengah-tengah. Keempat muka limas ini berbentuk segitiga sama sisi.

Putri Ramadhani Shalikhah

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 13:44:17

Hana Faiza

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-05 14:33:18

Trigonal bipiramidal terdiri atas dua buah limas yang bagian alasnya berimpit. Suatu molekul memiliki bentuk trigonal bipiramidal jika dalam molekulnya terdapat enam buah atom. Dalam trigonal bipiramidal, atom pusat ditempatkan pada pusat alas yang berimpit dan dikelilingi oleh lima atom lain yang ditempatkan pada sudut-sudut trigonal bipiramidal. Dalam bentuk molekul ini sudut ikatan tidak sama. Sudut ikatan yang terletak pada pusat bidang datar segitiga masing-masing 120°, sedangkan sudut ikatan antara bidang pusat dan titik sudut atas serta bawah bidang adalah 90°. Contohnya, molekul PCl5.

Hana Faiza

Kelas 5 MIPA | 2019-12-05 14:33:18

Rizky Akbar Prayogi

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-02 07:08:43

PENJELASAN IKATAN ATOM LINEAR

Rizky Akbar Prayogi

Kelas 6 MIPA | 2019-12-02 07:08:43

Ike Juliana Putri P

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-02 17:33:26

Kelompok kami membuat video tentang bentuk molekul H2O. Penjelasan ada di video. Maaf jika ada kesalahan kata di dalam video. Terimakasih

Ike Juliana Putri P

Kelas 6 MIPA | 2019-12-02 17:33:26

Gabrielle Flea Pelangi H.

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-04 21:39:34

Assalamualaikum Syalom kami dari kelompok 1 kelas X MIPA 6 Di sini kami membuat model molekul NH3 dengan menggunakan balon sebagai bahan dari alat peraga.

Gabrielle Flea Pelangi H.

Kelas 6 MIPA | 2019-12-04 21:39:34

Fika Nurmajulia

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-01 12:58:53

Struktur molekul tetrahedron atau tetrahedral memiliki satu atom sebagai pusat dan empat substituen yang tersusun dalam bentuk limas segitiga, atau tetrahedron ("empat muka"). Contoh molekul dengan struktur tetrahedral adalah metana (CH4). Atom karbon dalam molekul ini terikat dengan atom-atom hidrogen melalui empat pasang elektron ikatan, tanpa pasangan elektron bebas.[1] Keempatnya tersusun dengan sudut yang sama (109,5°), menghasilkan bangun ruang limas segitiga: empat atom hidrogen di sudut-sudutnya, dan satu atom karbon di tengah-tengah. Keempat muka limas ini berbentuk segitiga sama sisi.[2]

Fika Nurmajulia

Kelas 6 MIPA | 2019-12-01 12:58:53

Siti khadijah

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-08 18:09:15

Trigonal piramida adalah suatu geometri molekul dengan empat sisi buah segitiga yang sama dan sebangun. Dikatakan trigonal piramida penempatan memiliki empat buah atom dengan atom pusat pada posisi sudut puncak limas yang terletak pada bidang segitiga datar. Contoh molekul yang tergolong trigonal piramida adalah NH 3 .

Siti khadijah

Kelas 6 MIPA | 2019-12-08 18:09:15

Syifa nurlita

Kelas 10MIPA - 7 2019-12-02 13:25:07

Di Vidio ini kita membuat molekul linear dari gabus Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam vidio terima kasih

Syifa nurlita

Kelas 7 MIPA | 2019-12-02 13:25:07

NUR FITA AZIZAH RAHMAH

Kelas 10MIPA - 7 2019-12-01 13:16:48

Oktahedral Dalam kimia, geometri molekul oktahedral menggambarkan bentuk senyawa dengan enam atom atau kelompok atom atau ligan yang tersusun secara simetris di sekitar atom pusat,yang menentukan simpul simpul oktahedron.Oktahedron memiliki delapan muka, maka diberi awalan okta yang berarti delapan. Oktahedron adalah salah satu padatan Platonis, walaupun molekul oktahedral biasanya memiliki atom di pusatnya dan tidak ada ikatan antara atom-atom ligan. Suatu oktahedron sempurna termasuk dalam kelompok titik Oh. Contoh senyawa oktahedral adalah belerang heksafluorida SF6 dan molibdenum heksakarbonil Mo(CO)6. Konsep geometri koordinasi oktahedral dikembangkan oleh Alfred Werner untuk menjelaskan stoikiometri dan isomerisme pada senyawa koordinasi. Pandangannya memungkinkan kimiawan untuk merasionalisasi jumlah isomer dalam senyawa koordinasi. Kompleks logam transisi oktahedral yang mengandung amina dan anion sederhana sering disebut sebagai kompleks tipe Werner.

NUR FITA AZIZAH RAHMAH

Kelas 7 MIPA | 2019-12-01 13:16:48

Pratiwi ayuning R.D

Kelas 10MIPA - 7 2019-12-09 08:08:29

Penjelasan Geometri Molekul Geometri molekul berhubungan dengan orientasi spesifik atom-atom yang saling berikatan satu dengan yang lainnya. Sudut-sudut ikatan antar atom tergantung dari kekuatan seluruh bagian molekul. Analisis distribusi elektron pada suatu orbital dapat digunakan untuk determinasi geometri molekul. Ada banyak teknik instrumental untuk mengetahui geometri molekul, di antaranya adalah kristalografi sinar X. Teknik ini dapat digunakan untuk mengetahui dimana posisi atom dalam sebuah molekul. Bahkan versi lanjutan dari teknik dapat untuk mengetahui struktur yang sangat rumit seperti DNA, RNA, protein dan enzim. Gemometri molekul sangat erat kaitannya dengan reaktivitas, polaritas, fase material, warna, sifat magnet (paramagnetik dan diamagnetik), dan aktivitas biologi.

Pratiwi ayuning R.D

Kelas 7 MIPA | 2019-12-09 08:08:29

Dwi Destian Sundari

Kelas 10MIPA - 7 2019-12-01 19:52:25

Disini kami menjelaskan bagaimana cara membuat bentuk molekul Tetrahedral dengan menggunakan serutan kayu

Dwi Destian Sundari

Kelas 7 MIPA | 2019-12-01 19:52:25

Siti Nurhafisoh

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-01 13:10:57

Dalam kimia, geometri molekul oktahedral menggambarkan bentuk senyawa dengan enam atom atau kelompok atom atau ligan yang tersusun secara simetris di sekitar atom pusat, yang menentukan simpul simpul oktahedron. Oktahedron memiliki delapan muka, maka diberi awalan okta yang berarti delapan. SF6 memiliki geometri molekul oktahedral, terdiri dari enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang. Senyawa ini adalah molekul hipervalen.

Siti Nurhafisoh

Kelas 4 MIPA | 2019-12-01 13:10:57

ELSA ULIMA RIA SITUMORANG

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-01 13:32:49

Bentuk molekul adalah gambaran tentang susunan atom-atom dalam molekul berdasarkan susunan ruang pasangan elektron dalam atom atau molekul, baik pasangan elektron yang bebas maupun yang berikatan. Namun, dalam menggambarkan bentuk molekul suatu senyawa kita sering kesulitan karena senyawa kimia berkembang dalam tiga dimensi. Sehingga ada beberapa cara untuk menggambarkan bentuk suatu molekul yaitu diperkirakan berdasarkan teori tolakan pasangan elektron maupun teori hibridisasi. Bentuk molekul NH₃ adalah trigonal piramida (atau piramida trigonal). Melalui konfigurasi elektron kita mengetahui elektron valensi masing-masing atom. Selanjutnya disusun domain elektron ikatan dan bebas untuk menyatakan tipe dan bentuk molekulnya. Pembahasan Step-1: konfigurasi elektron kulit utama ₇N = 2 . 5 ₁H = 2 Atom N membutuhkan 3 elektron untuk mencapai kestabilan oktet. Atom H membutuhkan 1 elektron untuk mencapai kestabilan duplet. Pada senyawa amonia atau NH₃, atom N bertindak sebagai atom pusat yang berikatan dengan 3 buah atom H. Sebagai sesama non logam dan menggunakan elektron bersama, jenis ikatan yang terjadi adalah ikatan kovalen. Setelah atom pusat N mencapai oktet, masih ada sepasang elektron bebas milik N. Perhatikan mekanisme selanjutnya. Domain elektron ikatan atau disebut juga pasangan elektron ikatan (PEI) = 3. Terjadi antara atom pusat N yang berikatan 3 buah atom H. Domain elektron bebas atau disebut juga pasangan elektron bebas (PEB) = 1, merupakan pasangan elektron bebas milik atom pusat N. Antara sepasang elektron bebas atom pusat N dengan tiga pasang elektron ikatan atom H terjadi interaksi tolak-menolak. Tipe molekul adalah A = atom pusat ⇒ N X = pasangan elektron ikatan (PEI) m = jumlah PEI ⇒ 3 (atau terikat dengan 3 atom H) E = pasangan elektron bebas (PEB) n = jumlah PEB ⇒ 1 Dengan demikian tipe molekulnya adalah Bentuk molekulnya adalah trigonal piramida atau boleh disebut juga piramida trigonal. Pelajari lebih lanjut 1. Ikatan yang terdapat pada senyawa NH₄Cl brainly.co.id/tugas/4722385 2. Bentuk dan tipe molekul brainly.co.id/tugas/5668923 3. Senyawa kovalen polar dan non polar brainly.co.id/tugas/1668957 4. Ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinasi brainly.co.id/tugas/13370803 5. Menentukan jenis ikatan yang terdapat di KClO₃ brainly.co.id/tugas/13112881 6. Sifat dan ciri senyawa kovalen dan ion brainly.co.id/tugas/1504785 7. Senyawa atau ion yang memiliki ikatan ion dan kovalen sekaligus brainly.co.id/tugas/4133614# Kata Kunci : bentuk, tipe, molekul, amonia, NH₃, konfigurasi, elektron, mencapai, keadaan, stabil, oktet, duplet, valensi, atom pusat, terikat, domain, pasangan, elektron, bebas, terikat, interaksi, tolak-menolak, trigonal, piramida, AX₃E Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/1773070#readmore

ELSA ULIMA RIA SITUMORANG

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 13:32:49

DHIYA AFIFAH FAUZIYAH

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-01 13:39:51

Air (H2O) adalah polar karena bentuk molekul yang bengkok. Bentuknya berarti sebagian besar muatan negatif dari oksigen di sisi molekul dan muatan positif atom hidrogen ada di sisi lain molekul.

DHIYA AFIFAH FAUZIYAH

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 13:39:51

Putri Ramadhani Shalikhah

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-01 13:44:17

Struktur molekul tetrahedron atau tetrahedral memiliki satu atom sebagai pusat dan empat substituen yang tersusun dalam bentuk limas segitiga, atau tetrahedron ("empat muka"). Contoh molekul dengan struktur tetrahedral adalah metana (CH4). Atom karbon dalam molekul ini terikat dengan atom-atom hidrogen melalui empat pasang elektron ikatan, tanpa pasangan elektron bebas. Keempatnya tersusun dengan sudut yang sama (109,5°), menghasilkan bangun ruang limas segitiga: empat atom hidrogen di sudut-sudutnya, dan satu atom karbon di tengah-tengah. Keempat muka limas ini berbentuk segitiga sama sisi.

Putri Ramadhani Shalikhah

Kelas 5 MIPA | 2019-12-01 13:44:17

Rizky Akbar Prayogi

Kelas 10MIPA - 6 2019-12-02 07:08:43

PENJELASAN IKATAN ATOM LINEAR

Rizky Akbar Prayogi

Kelas 6 MIPA | 2019-12-02 07:08:43

Afifah Ritma Avianty

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 19:43:13

IKATAN KIMIA SF6. Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliotomik menjadi stabil. SF6 atau biasa juga disebut dengan belerang heksafluorida adalah suatu gas anorganik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan juga berpotensi merupakan gas rumah kaca, yang mana ia merupakan insulator listrik yang baik. SF6 memiliki geometri oktahedral, terdiri atas enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang

Afifah Ritma Avianty

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 19:43:13

Herbeth Jhonson

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 22:00:03

Belerang heksafluorida adalah suatu gas anorganik yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, dan sangat berpotensi merupakan gas rumah kaca, yang mana ia merupakan insulator listrik yang baik. SF₆ memiliki geometri molekul oktahedral, terdiri dari enam atom fluor yang menempel pada atom pusat belerang. Rumus: SF6 Nama IUPAC: Sulfur hexafluoride Massa molar: 146,06 g/mol Kepadatan: 6,17 kg/m³ Titik didih: -64°C CID PubChem: 17358

Herbeth Jhonson

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 22:00:03

Hana Faiza

Kelas 10MIPA - 5 2019-12-05 14:33:18

Trigonal bipiramidal terdiri atas dua buah limas yang bagian alasnya berimpit. Suatu molekul memiliki bentuk trigonal bipiramidal jika dalam molekulnya terdapat enam buah atom. Dalam trigonal bipiramidal, atom pusat ditempatkan pada pusat alas yang berimpit dan dikelilingi oleh lima atom lain yang ditempatkan pada sudut-sudut trigonal bipiramidal. Dalam bentuk molekul ini sudut ikatan tidak sama. Sudut ikatan yang terletak pada pusat bidang datar segitiga masing-masing 120°, sedangkan sudut ikatan antara bidang pusat dan titik sudut atas serta bawah bidang adalah 90°. Contohnya, molekul PCl5.

Hana Faiza

Kelas 5 MIPA | 2019-12-05 14:33:18

Verent Az Zahra

Kelas 10MIPA - 4 2019-12-08 20:38:51

Dalam kimia struktur molekul bipiramida segitiga[1] atau bipiramida trigonal adalah formasi geometri molekul dnegan satu atom di tengah yang dikelilingi lima atom yang tersusun dalam formasi "bipiramida segitiga", yaitu tiga atom membentuk segitiga datar (disebut atom ekuatorial atau "khatulistiwa") dan dua atom di atas dan dibawah segitiga itu (disebut atom aksial atau poros). Tidak seperti struktur semacam tetrahedron, pada struktur ini kelima atom pengitar tidak memiliki posisi ekuivalen. Contoh molekul dengan struktur ini adalah fosfor pentaflorida (PF5), dan fosfor pentaklorida (PCl5) dalam wujud gas.[2]

Verent Az Zahra

Kelas 4 MIPA | 2019-12-08 20:38:51

Pratiwi ayuning R.D

Kelas 10MIPA - 7 2019-12-09 08:08:29

Penjelasan Geometri Molekul Geometri molekul berhubungan dengan orientasi spesifik atom-atom yang saling berikatan satu dengan yang lainnya. Sudut-sudut ikatan antar atom tergantung dari kekuatan seluruh bagian molekul. Analisis distribusi elektron pada suatu orbital dapat digunakan untuk determinasi geometri molekul. Ada banyak teknik instrumental untuk mengetahui geometri molekul, di antaranya adalah kristalografi sinar X. Teknik ini dapat digunakan untuk mengetahui dimana posisi atom dalam sebuah molekul. Bahkan versi lanjutan dari teknik dapat untuk mengetahui struktur yang sangat rumit seperti DNA, RNA, protein dan enzim. Gemometri molekul sangat erat kaitannya dengan reaktivitas, polaritas, fase material, warna, sifat magnet (paramagnetik dan diamagnetik), dan aktivitas biologi.

Pratiwi ayuning R.D

Kelas 7 MIPA | 2019-12-09 08:08:29